Karama.id – Palu, Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) menggelar doa bersama lintas agama yang diikuti secara serentak oleh seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia, mulai dari Mabes Polri, Polda, hingga Polres di seluruh Indonesia, Selasa (30/6/2026).
Di Sulteng, kegiatan dipusatkan di Ruang Rupatama Lantai II Mapolda Sulteng dan diikuti secara virtual melalui Zoom Meeting bersama Mabes Polri. Suasana berlangsung khidmat sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus ikhtiar memohon perlindungan, keselamatan, dan kelancaran bagi seluruh personel Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Sulteng Kombes. Pol. Purwanto Puji Sutan, perwakilan Kodam XXIII/Palaka Wira, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tengah, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulteng, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulteng, tokoh masyarakat, para Pejabat Utama Polda Sulteng, tokoh lintas agama, serta personel Polda Sulteng.
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sulteng Layani 832 Warga Lewat Puncak Bakti Kesehatan di Sigi
Rangkaian kegiatan diisi dengan doa yang dipimpin secara bergantian oleh para pemuka agama sebagai simbol persatuan dalam keberagaman. Melalui doa tersebut, seluruh peserta memohon agar Polri senantiasa diberikan kekuatan, kebijaksanaan, serta perlindungan dalam mengemban amanah menjaga keamanan dan melayani masyarakat.
Tidak hanya menjadi agenda spiritual, kegiatan tersebut juga diwarnai aksi kepedulian sosial melalui penyerahan bingkisan kepada anak-anak yatim piatu. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi tema Hari Bhayangkara ke-80, “Polri untuk Masyarakat,” yang menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir dan berbagi kepada masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan.
Kepala Bidang Humas Polda Sulteng, Kombes. Pol. Djoko Wienartono, mengatakan doa bersama lintas agama memiliki makna penting sebagai momentum memperkuat kebersamaan sekaligus mempererat hubungan harmonis antarumat beragama.
“Melalui doa bersama lintas agama ini, kami ingin menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa. Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, Polri berkomitmen terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat sesuai tema Hari Bhayangkara ke-80, yaitu Polri untuk Masyarakat,” ujarnya.
Menurut Djoko, doa yang dipanjatkan bersama seluruh tokoh agama diharapkan menjadi kekuatan moral dan spiritual bagi setiap insan Bhayangkara agar mampu menjalankan tugas secara profesional, humanis, serta semakin dipercaya masyarakat.
Ia berharap momentum tersebut semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama.
“Semoga melalui doa bersama ini, Polri semakin dekat dengan masyarakat, diberikan kelancaran dalam setiap pelaksanaan tugas, serta terus mampu menghadirkan rasa aman, damai, dan keadilan bagi seluruh masyarakat, khususnya di Sulawesi Tengah,” pungkasnya.














